EkonomiRanah

Danone Terangkan Proses Pengeboran Tanah untuk Produksi Aqua

314
×

Danone Terangkan Proses Pengeboran Tanah untuk Produksi Aqua

Sebarkan artikel ini
penjelasan-danone-soal-pengeboran-tanah-untuk-hasilkan-aqua
Penjelasan Danone soal Pengeboran Tanah untuk Hasilkan Aqua

Jakarta – Danone Indonesia angkat bicara mengenai proses pengambilan air untuk produk Aqua, termasuk penggunaan pengeboran tanah.

Penjelasan ini disampaikan Vice President Corporate Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (10/11/2025).

Vera menjelaskan bahwa pengeboran adalah salah satu cara untuk mendapatkan air, dan sumber air Aqua berasal dari pegunungan berdasarkan studi yang telah dilakukan.

Penjelasan ini muncul setelah sorotan publik terhadap sumber air Aqua, menyusul inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat ke pabrik Aqua di Subang yang viral di media sosial.

Lebih lanjut, Vera menjelaskan bahwa sebelum menentukan lokasi pabrik, Aqua bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjajaran untuk melakukan studi hidrogeologi dan isotop.

Tujuannya adalah memastikan lokasi sumber air berasal dari daerah tangkapan air hujan di pegunungan.

“Sehingga sumber air kami adalah sumber air pegunungan sesuai dengan studi hidrogeologi tersebut,” ujarnya.

Vera juga menegaskan bahwa Aqua telah mengantongi Surat Izin Pengambilan dan/atau Pemanfaatan Air Tanah (SIPA) dari Kementerian ESDM.

Pengeboran dilakukan untuk memastikan sumber air yang diperoleh berasal dari tanah dalam dan bebas dari kontaminasi.

Saat ini, Aqua memiliki 20 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi di Jawa Barat, seluruh Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Bali, serta mempekerjakan sekitar 10 ribu karyawan.

Aqua juga membayar pajak air tanah kepada pemerintah daerah sesuai dengan penggunaan air untuk produksi, namun Vera enggan menyebutkan besaran pajak yang dibayarkan.

“Tentunya dengan 20 pabrik tergantung dari nilai pajak air tanah yang ditetapkan oleh setiap daerah,” katanya.

Sebanyak 99,9 persen pasar produk Aqua adalah masyarakat dalam negeri, dengan perkiraan produksi sekitar satu juta meter kubik per bulan untuk air minum dalam kemasan, termasuk galon.