Padang – Bencana alam meninggalkan tumpukan sampah hingga 3.327 ton di Kota Padang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat untuk membersihkan sisa-sisa bencana tersebut.
DLH menargetkan penanganan sampah pascabencana ini rampung dalam sembilan hari.
Meski volume sampah sangat besar, DLH memastikan tidak semua material akan diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Petugas LPS dan Bank Sampah langsung melakukan pemilahan di lapangan sejak hari pertama. Langkah ini memungkinkan sebagian material dimanfaatkan kembali melalui pendekatan 3R (reduce, reuse, recycle).
Kayu gelondongan menjadi bagian terbesar dari tumpukan sampah, diperkirakan mencapai 1.100 ton. DLH memastikan volume yang diangkut tidak sampai separuhnya.
Masyarakat pesisir aktif memungut dan memanfaatkan kayu tersebut. Pelaku usaha kecil juga menggunakan kayu sebagai bahan bakar produksi.
“Kami berupaya agar tidak semua sampah kayu ini masuk ke TPA,” kata Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Minggu (30/11/2025).
Fadelan menambahkan, sebagian besar sampah kayu akan disalurkan ke PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif.
DLH mengklaim pendekatan ini memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, efisien, dan berwawasan lingkungan.
Optimalisasi pemanfaatan ulang material membuat DLH yakin target penuntasan sembilan hari dapat tercapai. Mobilisasi armada terus ditingkatkan, dan pembagian zona penanganan memastikan setiap area terdampak memperoleh penanganan terstruktur dan tepat waktu.
DLH menegaskan seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan pemulihan Kota Padang berlangsung cepat tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sampah.






