Padang – Embarkasi Padang menyiapkan perubahan besar dalam alur pelayanan jemaah haji untuk operasional 2026 setelah pemerintah menetapkan pembagian kartu Nusuk dilakukan langsung di embarkasi. Kebijakan itu mendorong penyesuaian skema One Stop Service (OSS) agar layanan berjalan lebih cepat, tertib, dan terintegrasi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berkomitmen memberikan layanan maksimal kepada jemaah. Ia menegaskan embarkasi menjadi titik awal yang menentukan kualitas pelayanan haji.
“Embarkasi adalah etalase pelayanan jemaah haji. Di sinilah kualitas layanan benar-benar dirasakan jemaah sebelum berangkat,” ujar Rifki, Senin (20/4/2026) di Asrama Embarkasi Padang.
Perubahan paling signifikan adalah masuknya pembagian kartu Nusuk ke dalam layanan OSS. Sebelumnya, kartu identitas digital jemaah itu diterima di Arab Saudi. Tahun ini, kartu diserahkan lebih awal di embarkasi agar proses pelayanan menjadi lebih mudah dan cepat.
Kemenhaj Sumbar juga mengubah pola pembagian stiker koper kabin. Stiker kini disalurkan lebih awal di daerah melalui kantor Kemenhaj kabupaten dan kota.
“Selama ini stiker ditempelkan di asrama oleh petugas. Dengan dibagikan di daerah, proses di embarkasi menjadi lebih cepat dan jemaah bisa langsung menuju kamar,” kata Rifki.
Penyesuaian lain dilakukan pada alur layanan di aula kedatangan. Untuk menghindari penumpukan, panitia menyiapkan tenda besar di depan aula sebagai area tunggu tambahan bagi jemaah.
“Dengan penambahan tenda ini, jemaah tidak perlu menumpuk di dalam aula. Mereka bisa menunggu dengan lebih tertib dan nyaman sebelum mengikuti tahapan layanan berikutnya,” ujarnya.
Setelah rapat koordinasi, panitia menggelar simulasi pelaksanaan OSS untuk memastikan seluruh tahapan layanan berjalan optimal. Simulasi itu mencakup seluruh proses pelayanan, termasuk penyerahan kartu Nusuk yang kini menjadi bagian dari layanan di embarkasi.
“Kita terus lakukan evaluasi dan penyempurnaan. Jika ada layanan yang bisa diselesaikan di daerah, tentu akan kita optimalkan agar proses di embarkasi lebih efisien,” kata Rifki.
Dengan rangkaian penyesuaian itu, Kemenhaj Sumbar menargetkan pelayanan jemaah haji di Embarkasi Padang pada musim haji 2026 berlangsung lebih cepat, tertib, dan efisien.






