Ranah

ESDM Percepat Pemulihan Listrik di Aceh dan Sumbar

289
×

ESDM Percepat Pemulihan Listrik di Aceh dan Sumbar

Sebarkan artikel ini
esdm:-pemulihan-listrik-di-aceh-52-persen,-sumbar-99-persen
ESDM: Pemulihan Listrik di Aceh 52 Persen, Sumbar 99 Persen

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan perkembangan terkini pemulihan listrik di Sumatera, pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Kabar baiknya, progres pemulihan terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Aceh mencatat pemulihan 52 persen, Sumatera Utara 87 persen, dan Sumatera Barat mencapai 99 persen.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan informasi ini di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

“Perbaikan infrastruktur listrik di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus berjalan,” ungkapnya.

Di Aceh, dari total 1,4 juta pelanggan PLN yang terdampak, 52 persen atau sekitar 759 ribu pelanggan sudah kembali menikmati aliran listrik.

Kementerian ESDM menargetkan 700 ribu pelanggan lainnya akan teraliri listrik pada Sabtu (6/12/2025).

Fokus utama saat ini adalah pemulihan jaringan kelistrikan di Kabupaten Bireuen dan kawasan Arun, Aceh.

“Bireuen dan Arun memegang peranan penting dalam menyuplai listrik ke sebagian besar wilayah Sumatera Utara dan Aceh, sehingga perbaikan di wilayah ini menjadi prioritas,” jelas Anggia.

Sementara itu, di Sumatera Utara, dari 544 ribu pelanggan yang terdampak, 473 ribu pelanggan sudah kembali terhubung ke jaringan listrik.

Sumatera Barat mencatatkan kemajuan yang menggembirakan dengan tingkat pemulihan mencapai 99 persen. Dari 270 ribu pelanggan terdampak, sekitar 268 ribu sudah kembali menikmati listrik.

Pemerintah terus berupaya keras untuk memulihkan jaringan kelistrikan di seluruh wilayah terdampak bencana.

Mobilisasi peralatan dilakukan melalui jalur udara untuk menjangkau titik-titik pembangunan infrastruktur yang sulit diakses.

“SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang berada di tengah hutan menjadi fokus utama untuk menyambungkan seluruh wilayah Aceh. Hal ini menjadi prioritas yang dikejar oleh Menteri ESDM dan PLN,” pungkas Anggia.