Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, meminta dukungan pemerintah pusat untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Permintaan ini disampaikan saat penandatanganan penerimaan bantuan logistik dari Kementerian Pertanian di Pelabuhan Teluk Bayur, Senin (8/12).
Mahyeldi mengungkapkan, kerusakan lahan pertanian terjadi dalam skala luas dan berdampak signifikan pada perekonomian warga.
“Bencana ini tidak hanya mengakibatkan korban terdampak, tetapi juga merusak lahan-lahan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Data dari Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumbar mencatat, 6.749 hektare sawah rusak, 6.713 hektare lahan pertanian rusak, dan 1.031 hektare lahan perkebunan terdampak.
Total warga terdampak mencapai 247.762 jiwa, dengan 20.474 jiwa di antaranya mengungsi.
Pemprov Sumbar menekankan pentingnya pemulihan cepat agar masyarakat dapat kembali berproduksi.
Untuk mempercepat proses pemulihan, Pemprov Sumbar mengajukan bantuan peralatan berat.
“Perkiraan kami, untuk mengembalikan fungsi lahan masyarakat, dibutuhkan sekitar 200 ekskavator,” kata Mahyeldi.
Ia berharap Kementerian Pertanian dapat membantu pemulihan ini secara menyeluruh.
Mahyeldi menilai pemulihan sektor pertanian sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan aktivitas tanam dan panen dapat kembali berjalan normal.
“Kita ingin memastikan masyarakat dapat kembali menanam, memanen, dan menggerakkan ekonomi keluarga,” imbuhnya.
Ia menambahkan, dengan dukungan pemerintah pusat, pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
Pemprov Sumbar menyatakan siap berkoordinasi dengan kementerian dan seluruh pihak terkait untuk memastikan rehabilitasi lahan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Ini ikhtiar bersama. Kita berharap langkah-langkah pemulihan dapat segera dilakukan demi keberlangsungan hidup masyarakat,” pungkas Mahyeldi.






