Ranah

Kaspersky Ungkap 3 Juta Ancaman Web di Indonesia

150
×

Kaspersky Ungkap 3 Juta Ancaman Web di Indonesia

Sebarkan artikel ini
18-juta-serangan-siber-hantam-asia-tenggara,-indonesia-masuk-3-besar
18 Juta Serangan Siber Hantam Asia Tenggara, Indonesia Masuk 3 Besar

Jakarta – Ancaman siber berbasis web masih membayangi perusahaan di Asia Tenggara sepanjang 2025. Kaspersky mencatat lebih dari 18 juta deteksi serangan web berbahaya dan seluruh negara di kawasan itu terdampak sepanjang tahun lalu.

Ancaman tersebut datang dalam berbagai bentuk, mulai dari situs web yang diretas, unduhan berbahaya, hingga vektor serangan online lain yang dapat membuka akses ilegal ke sistem dan memicu kebocoran data. Sepanjang 2025, tidak ada satu pun negara di Asia Tenggara yang luput dari paparan ancaman ini.

Vietnam mencatat jumlah temuan paling tinggi dengan 8.437.695 deteksi. Malaysia menyusul di posisi kedua dengan 3.361.453 insiden, lalu Indonesia dengan 3.014.870 insiden.

Thailand dan Singapura juga sama-sama membukukan lebih dari 1 juta serangan siber berbasis web selama 2025.

“Walaupun secara kuantitatif jumlah ancaman web yang kami deteksi dan blokir terhadap pengguna bisnis di Asia Tenggara menurun, kami melihat peningkatan jenis ancaman siber ini yang menargetkan organisasi di Singapura dan Vietnam karena keduanya memiliki satu kesamaan,” kata Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, Jumat, 17 April 2026.

Temuan yang tinggi itu menunjukkan betapa besar ketergantungan aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan ini terhadap ruang digital. Forum Ekonomi Dunia menyebut ekonomi digital Asia Tenggara kini bernilai sekitar US$300 miliar dan diproyeksikan menembus US$1 triliun pada 2030.

“Hari ini, perusahaan di kawasan ini dengan tepat memprioritaskan pengeluaran untuk teknologi yang akan meningkatkan keuntungan dan produktivitas. Sebuah penelitian baru-baru ini bahkan menyoroti bahwa pengeluaran teknologi di Asia Pasifik akan meningkat sebesar 9,8 persen pada tahun 2026,” ujar Hia.

Ancaman web sendiri merupakan ancaman berbasis internet yang membuat pengguna dan sistem komputer rentan terhadap serangan daring. Ancaman ini tidak selalu berlangsung sepenuhnya secara online, tetapi pada satu tahap tetap melibatkan internet untuk menimbulkan bahaya.

Sebagian ancaman web mungkin tidak dibuat secara sengaja, namun banyak di antaranya dirancang atau berpotensi menimbulkan penolakan akses, yaitu menghalangi komputer atau layanan jaringan untuk diakses. Ancaman itu juga dapat mengambil alih akses tanpa izin ke komputer pribadi maupun layanan jaringan, menggunakan komputer atau layanan jaringan tanpa persetujuan, mengekspos data pribadi seperti foto, kredensial akun, dan informasi pemerintah yang sensitif, serta mengubah komputer atau layanan jaringan tanpa izin.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap ancaman web berkembang pesat. Kehadiran perangkat pintar dan jaringan seluler berkecepatan tinggi ikut membuka jalan bagi malware, penipuan, dan berbagai risiko lain yang selalu terhubung.

Di sisi lain, penggunaan web untuk komunikasi dan produktivitas melalui Internet of Things atau IoT juga berkembang lebih cepat daripada pemahaman keamanan para pengguna.