Parik Malintang – Sekitar 4.000 hektar lahan pertanian yang terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman berhasil direhabilitasi dalam 23 hari, lebih cepat dari tenggat satu bulan yang ditetapkan Menteri Pertanian. Dari lahan yang dipulihkan itu, sekitar 90 persen di antaranya telah kembali ditanami petani.
Keberhasilan pemulihan tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Hermanto meninjau langsung lokasi di Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuak Aluang, Sabtu (16/5) siang.
Hermanto hadir bersama Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Sekda Hendra Aswara, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah. Rombongan melihat hasil perbaikan lahan yang kini kembali dapat dimanfaatkan untuk aktivitas bercocok tanam.
“Alhamdulillah, telah selesai dan petani sudah dapat kembali bercocok tanam,” ujar Hermanto. Pemerintah, lanjutnya, juga menyiapkan dukungan pembangunan irigasi tersier untuk memastikan pasokan air sawah tetap terjaga dan kegiatan pertanian berjalan normal.
John Kenedy Azis menegaskan target rehabilitasi dari Menteri Pertanian terpenuhi sepenuhnya dalam waktu 23 hari. “Ya, Alhamdulillah, target satu bulan dari Pak Menteri bisa direalisasikan 100 persen, hanya dalam 23 hari,” katanya.






