Ranah

Krisis Air Padang: Pemko Kerahkan Armada, Siapkan TMC

144
×

Krisis Air Padang: Pemko Kerahkan Armada, Siapkan TMC

Sebarkan artikel ini
padang-krisis-air-bersih,-walikota-perintahkan-distribusi-harus-satu-komando
Padang Krisis Air Bersih, Walikota Perintahkan Distribusi Harus Satu Komando

Padang – Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi darurat di rumah dinas walikota pada Senin (26/1/2026).

Walikota Padang, Fadly Amran, menyatakan bahwa gangguan sumber air di Gunung Nago dan Sungai Batang Kuranji menjadi penyebab utama kekeringan ini.

Empat kecamatan terdampak paling parah, yaitu Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.

Prioritas utama Pemko Padang saat ini adalah memastikan distribusi air yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mulai saat ini pengangkutan air satu komando,” tegas Walikota Fadly Amran.

Untuk mempercepat penanganan, Kalaksa BPBD, Hendri Zulviton, ditunjuk sebagai komandan pelayanan air bersih.

Sebanyak 13 armada dari BPBD, Damkar, PU Balai, dan PMI dikerahkan untuk melakukan 30 ritase pengiriman air setiap hari.

Setiap armada menyuplai lebih dari 100 kubik air per hari, di luar pelanggan PDAM.

Selain itu, Dinas Perkim tengah memvalidasi rencana pembangunan sumur bor di 212 titik untuk memastikan status lahan.

Menyikapi prakiraan BMKG yang menyatakan tidak ada hujan dalam sepekan ke depan, Pemko Padang menyiapkan langkah strategis lainnya.

Pemasangan pompa berkapasitas 250-300 liter/detik di Irigasi Gunung Nago dan pemasangan pipa permanen menjadi prioritas untuk menekan biaya operasional.

“Kita tengah mempertimbangkan pembukaan pipa jalur Lambung Bukit untuk mengisi Hidran Umum (HU) secara langsung,” ujar walikota.

Jika kondisi semakin memburuk, Pemko Padang akan berkoordinasi dengan Gubernur untuk mengajukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Pemko Padang menargetkan krisis air di empat kecamatan utama dapat teratasi sebelum bulan Ramadan tiba.