Ranah

MAN 1 Padang Gelar Kemah Bakti, Tanam Seribu Pohon Wujudkan Ekoteologi

30
×

MAN 1 Padang Gelar Kemah Bakti, Tanam Seribu Pohon Wujudkan Ekoteologi

Sebarkan artikel ini
man-1-padang-bakal-gelar-kemah-bhakti-bertajuk-ekoteologi,-tanam-seribu-pohon-penghijauan
MAN 1 Padang Bakal Gelar Kemah Bhakti Bertajuk Ekoteologi, Tanam Seribu Pohon Penghijauan

Padang – MAN 1 Padang bersiap menggelar aksi lingkungan berskala besar melalui kegiatan Kemah Bakti yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 20 Juni 2026 di ABG Lubuk Minturun. Agenda ini menjadi wujud nyata implementasi program Ekoteologi yang diinisiasi oleh Menteri Agama RI dalam lingkup pendidikan madrasah.

Salah satu agenda utama dalam perkemahan ini adalah penanaman 1.000 bibit pohon penghijauan. Bantuan bibit dari Dinas Pertanian Kota Padang tersebut akan disebar ke sejumlah titik yang sempat terdampak banjir bandang pada akhir 2025, yakni kawasan Lubuk Minturun, Kelurahan Koto Panjang, Ikua Koto (KPIK) di Kecamatan Koto Tangah, serta wilayah Guo di Kelurahan Kuranji.

Kepala MAN 1 Padang, Afrizal, menekankan bahwa konsep Ekoteologi yang diusung bertujuan menyelaraskan nilai-nilai religius dengan upaya pelestarian alam. Baginya, menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan manifestasi dari tanggung jawab iman kepada Sang Pencipta.

“Kami ingin siswa memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian dari tanggung jawab iman seseorang kepada Allah SWT,” ujar Afrizal, Rabu (10/6/2026).

Selain aksi penghijauan, perkemahan ini dirancang untuk mengasah karakter siswa melalui serangkaian kegiatan fisik dan spiritual. Jadwal harian para peserta akan diisi dengan ibadah berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta kultum. Guna memupuk kemandirian dan kreativitas, siswa juga akan dilibatkan dalam lomba memasak kuliner tradisional seperti pangek padeh, serta berbagai aktivitas olahraga.

Isu lingkungan juga akan diangkat melalui pendekatan seni pada malam perkemahan. Melalui penampilan solo song Minang dan stand-up comedy, para siswa diajak untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan kota yang kini menghadapi berbagai ancaman kerusakan.

Pembukaan kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, mulai dari Kakanwil Kemenag Sumbar, Wakil Wali Kota Padang, hingga jajaran camat setempat. Kehadiran para kepala madrasah se-Kota Padang juga diharapkan mampu memperkuat integrasi kurikulum berbasis lingkungan hidup yang tengah dikembangkan di madrasah tersebut.