Ranah

Padang Gandeng Semarang, Revitalisasi Kota Lama Bergulir

194
×

Padang Gandeng Semarang, Revitalisasi Kota Lama Bergulir

Sebarkan artikel ini
kota-padang-adopsi-konsep-revitalisasi-kota-lama-semarang
Kota Padang Adopsi Konsep Revitalisasi Kota Lama Semarang

Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang berupaya mempercepat pengembangan kawasan bersejarah Kota Tua dengan melakukan studi banding ke Kota Semarang, Jawa Tengah.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin langsung rombongan yang terdiri dari sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Lila Yanwar.

Kunjungan kerja ini disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, di kawasan Kota Lama Semarang, Rabu (12/11/2025).

Maigus menjelaskan, Semarang dipilih karena dinilai memiliki kawasan kota lama yang paling maju dan tertata di Indonesia.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berbagi pengalaman dengan Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan kawasan kota tua,” kata Maigus.

Ia menambahkan, banyak hal yang bisa diadopsi dari Semarang untuk diterapkan di Padang, terutama dalam menciptakan kawasan yang hidup, tertata, dan menjadi daya tarik wisata serta pusat ekonomi kreatif.

Pemkot Padang telah menyiapkan langkah konkret untuk memulai penataan kawasan Kota Tua Padang dengan anggaran dari APBD.

Penataan akan dimulai pada Desember 2025 di tiga titik utama, termasuk kawasan Kota Tua.

“Selain ke Semarang, kita juga akan melanjutkan benchmarking ke Provinsi DKI Jakarta untuk meninjau pengelolaan kawasan bersejarah seperti Kota Tua Jakarta,” imbuh Maigus.

Tujuannya adalah untuk mempelajari sinergi lintas sektor dalam menjaga warisan budaya dan mendorong wisata perkotaan yang modern dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, memaparkan strategi penataan Kota Lama Semarang yang meliputi perencanaan tata ruang, pelibatan sektor swasta, pelestarian bangunan bersejarah, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Kunci keberhasilan revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang adalah kolaborasi dan komitmen berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat,” jelas Iswar.

Ia menekankan, dengan sinergi, nilai sejarah dapat dijaga sekaligus menghidupkan potensi ekonominya.

Konsep kolaboratif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi Pemkot Padang dalam mewujudkan revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai pusat budaya, wisata, dan ekonomi kreatif baru di Sumatera Barat.