Padang – KAI Divre II Sumbar intensifkan upaya pencegahan kecelakaan kereta api dengan melakukan pengecekan jalur dan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.
Rabu (4/6), pemeriksaan menyeluruh dilakukan di sejumlah titik rawan di jalur Lubuk Alung-Kayutanam, Padang Pariaman, meliputi pemeriksaan rel, bantalan, dan sistem persinyalan.
Kegiatan walkthrough difokuskan pada lokasi rawan banjir dan ambles di KM 58+200/900, KM 45+200/600, serta pemeriksaan fasilitas Stasiun Kayu Tanam.
Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan, menekankan pentingnya kewaspadaan dan pengisian formulir Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR).
Selain pemeriksaan jalur, KAI Divre II Sumbar juga gencar melakukan sosialisasi keselamatan di beberapa perlintasan sebidang di Padang Pariaman.
Sosialisasi ini dilakukan dengan berbagai cara, termasuk penyampaian imbauan melalui pengeras suara, pembagian stiker, dan pemasangan spanduk.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan kegiatan ini merupakan program rutin untuk mengidentifikasi dan mitigasi potensi bahaya.
Pada tahun 2024, telah dilakukan 38 kali sosialisasi, dan hingga Mei 2025, sosialisasi telah menjangkau 69 titik perlintasan.
Reza juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas di perlintasan sebidang.
Pelanggaran dapat dikenai sanksi hukum sesuai UU No. 23 Tahun 2007 dan UU No. 22 Tahun 2009. Ia mengimbau pengguna jalan untuk selalu waspada dan mendahulukan kereta api.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi hasil walkthrough dan penegasan tindak lanjut di lapangan. KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan operasional kereta api demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.






