Ranah

Pemkab Agam Kukuhkan Jemaah Haji dan Perkuat Pembinaan Spiritual Pascahaji

38
×

Pemkab Agam Kukuhkan Jemaah Haji dan Perkuat Pembinaan Spiritual Pascahaji

Sebarkan artikel ini

Agam – Ratusan jemaah haji musim 2026 resmi bergabung ke dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) serta keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Agam.

Pengukuhan ini bertujuan menjamin keberlangsungan pembimbingan spiritual bagi para jemaah usai menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Prosesi peresmian berlangsung di sela-sela agenda Tasyakuran Haji dan seremonial peletakan batu pertama pembangunan Musala di kompleks Kantor Kemenhaj Kabupaten Agam, Sabtu (18/7).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, memandang kepulangan jemaah ke tanah air sebagai titik awal pengabdian sosial yang lebih luas.

Rifki menegaskan bahwa pembinaan pascahaji merupakan kewajiban mutlak untuk merawat kemabruran yang telah diraih jemaah di Arab Saudi.

“Hari ini Bapak dan Ibu kami kukuhkan sebagai keluarga besar haji, dan sesuai arahan Wakil Menteri, pembinaan tidak boleh berhenti setelah pulang dari Tanah Suci,” ujar Rifki.

Ia mengibaratkan momentum ibadah haji layaknya pengaturan ulang perangkat seluler ke setelan pabrik yang kini harus segera diisi dengan aplikasi-aplikasi kebaikan.

Para jemaah didorong untuk konsisten menjaga perilaku positif sekaligus menanggalkan kebiasaan buruk demi mempertahankan esensi kemabruran dalam keseharian.

Rifki turut memberikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Agam yang terus memfasilitasi wadah silaturahmi alumni haji melalui IPHI sejak 2019.

Pembangunan fasilitas musala di Kantor Kemenhaj Agam nantinya difungsikan sebagai pusat aktivitas majelis taklim dan penguatan peradaban umat.

Ruang tersebut diharapkan mampu menjadi titik temu bagi para jemaah untuk memupuk semangat kebersamaan dan menggerakkan kegiatan sosial.

“Musala ini diharapkan menjadi tempat berkumpulnya para jemaah haji, majelis taklim, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” tambah Rifki.

Kehadiran para alumni haji diharapkan mampu memicu perubahan positif dan memberikan dampak luas bagi lingkungan sekitar mereka.

Transformasi pengalaman spiritual menjadi aksi nyata di tengah masyarakat menjadi target utama dari rangkaian pembinaan berkelanjutan ini.