Jakarta – Lonjakan transaksi digital di Indonesia kini dibayangi oleh ancaman kejahatan siber yang semakin canggih. Para pelaku kriminal mulai meninggalkan metode peretasan sistem konvensional dan beralih memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memanipulasi pengguna secara langsung.
Laporan Spring 2026 Biannual Threats dari Visa menyoroti pergeseran taktik ini, di mana penjahat siber lebih mengandalkan social engineering berbasis AI. Strategi ini terbukti efektif dan merugikan, dengan catatan kerugian mencapai hampir US$1 miliar akibat aktivitas penipuan (scam) sepanjang periode Juli hingga Desember 2025. Angka tersebut menempatkan scam sebagai kategori penipuan pembayaran konsumen terbesar saat ini.
Modus yang digunakan pun kian beragam dan sulit dideteksi. Mulai dari pesan palsu yang tampak meyakinkan, penggunaan teknologi voice cloning untuk meniru suara orang terdekat, hingga tautan phishing yang dipersonalisasi berdasarkan data pribadi korban yang tersebar di internet.
Di sisi lain, ekosistem transaksi digital di Indonesia sendiri terus mencatatkan pertumbuhan impresif. Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,82 miliar pada triwulan I-2026, atau melonjak 37,69 persen secara tahunan (year on year). Tingginya angka ini mencerminkan kenyamanan masyarakat dalam mengadopsi kanal pembayaran elektronik untuk kebutuhan sehari-hari, seperti belanja, pembayaran tagihan, hingga transportasi.
Namun, kompleksitas ekosistem yang didominasi oleh transaksi berbasis ponsel dan real-time ini menjadi celah bagi berkembangnya kejahatan finansial. Meskipun sistem keamanan pembayaran terus diperkuat, pelaku kejahatan terus beradaptasi dengan memanfaatkan manipulasi psikologis pengguna.
Situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat saat berinteraksi di ruang digital. Mengingat ancaman kini tidak lagi sekadar menyerang infrastruktur teknologi, melainkan menyasar langsung pada kelengahan pengguna, literasi keamanan siber menjadi benteng utama dalam melindungi aset finansial di era digital.






