Ranah

Pertamina Antisipasi Konflik Timur Tengah, Amankan Pasokan Energi

150
×

Pertamina Antisipasi Konflik Timur Tengah, Amankan Pasokan Energi

Sebarkan artikel ini
pertamina-pantau-unit-usaha-dan-keamanan-kru-di-timur-tengah
Pertamina Pantau Unit Usaha dan Keamanan Kru di Timur Tengah

Jakarta – PT Pertamina (Persero) meningkatkan kewaspadaan terhadap seluruh unit bisnisnya di Timur Tengah. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat ke Iran menjadi perhatian utama perusahaan energi pelat merah ini. Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi risiko untuk memastikan operasional tetap berjalan lancar.

“Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat untuk menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2025).

Tercatat, tiga anak perusahaan Pertamina memiliki kegiatan bisnis strategis di Timur Tengah.

Pertama, PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang bergerak dalam pengangkutan energi global.

Kedua, Pertamina Internasional EP (PIEP) yang mengoperasikan kegiatan hulu migas di Basrah, Irak.

Ketiga, Pertamina Patra Niaga yang bertanggung jawab dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari wilayah Timur Tengah.

Pertamina juga berupaya menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional. Saat ini, Pertamina memiliki diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, produk BBM, dan elpiji, baik dari produksi dalam negeri maupun negara mitra.

Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam mengelola suplai di tengah dinamika geopolitik yang terjadi.

Selain itu, Pertamina mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi.

Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina menjamin ketersediaan BBM dan elpiji bagi masyarakat tetap aman dan terkendali.