Ranah

Perumda Padang Segera Pulihkan Intake, Terima Bantuan Pipa

215
×

Perumda Padang Segera Pulihkan Intake, Terima Bantuan Pipa

Sebarkan artikel ini
pemulihan-intake-palukahan,-perumda-am-padang-terima-260-pipa-bantuan-pusat
Pemulihan Intake Palukahan, Perumda AM Padang Terima 260 Pipa Bantuan Pusat

Padang – Perumda Air Minum (AM) Kota Padang bergerak cepat memulihkan intake Palukahan di Koto Tangah yang rusak akibat banjir. Langkah ini diawali dengan menerima bantuan 260 pipa dari pemerintah pusat.

Pipa berdiameter 400 milimeter ini akan digunakan untuk memperkuat perbaikan jaringan air baku yang terdampak bencana.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat. Bantuan ini dinilai sangat membantu mempercepat pemulihan layanan air bersih di wilayah utara Kota Padang.

“Pipa sedang dalam perjalanan dari Bekasi menuju Kota Padang,” ujar Hendra, Jumat (5/12). Ia menambahkan, pihaknya berterima kasih atas bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam upaya pemulihan air bersih.

Hendra menjelaskan, banjir telah menghancurkan intake Palukahan yang memiliki kapasitas 300 liter per detik, termasuk pintu airnya. Selain itu, pipa transmisi berdiameter 400 milimeter sepanjang 1.560 meter juga ikut tersapu arus.

Perumda AM Kota Padang memperkirakan, untuk memulihkan seluruh intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA), dibutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar. Saat ini, anggaran yang tersedia baru mencapai Rp13,5 miliar.

Sebagai solusi sementara, intake kecil di wilayah Taban telah dioperasikan dengan kapasitas 80 liter per detik. Prioritas utama Perumda AM saat ini adalah memastikan ketersediaan air bagi pelanggan tetap terjaga.

Balai Wilayah Sungai Sumatera V turut memberikan dukungan dengan mengirimkan alat berat seperti ekskavator. Alat ini digunakan untuk membuka akses ke intake yang tertimbun material pascabanjir.

Hendra menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mempercepat pemulihan layanan air bersih. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menangani dampak kerusakan infrastruktur air akibat bencana.