Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) aman jika ada kebutuhan mendesak. Jaminan ini diberikan di tengah kekhawatiran soal alokasi APBN 2026 untuk BNPB yang hanya Rp 491 miliar.
“Kalau nanti butuh dana tambahan, kami siap juga menambah,” tegas Purbaya usai menghadiri acara di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Purbaya menjelaskan, saat ini BNPB masih memiliki anggaran sekitar Rp 500 miliar.
Pemerintah juga menyiapkan dana darurat bencana yang bisa diakses BNPB melalui pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Sebelumnya, Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto menyebut anggaran BNPB pada 2025 sebesar Rp 1,427 triliun.
Namun, karena efisiensi anggaran, jumlahnya turun 43 persen menjadi Rp 806 miliar.
Alokasi APBN untuk BNPB tahun ini juga lebih kecil dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 5,1 triliun.
Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Askar, sebelumnya mengkritik kecilnya anggaran BNPB dalam rencana APBN 2026.
Menurutnya, pemangkasan anggaran sejak awal 2025 berdampak pada dana transfer ke daerah (TKD) yang menjadi sumber utama pendanaan darurat bencana.
Media menilai anggaran bencana 2026 tidak masuk akal, mengingat Indonesia rawan bencana. Ia membandingkannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp 335 triliun di APBN 2026.






