EkonomiRanah

Replanting Sawit Berhasil, Sumbar Gelar Panen Perdana

251
×

Replanting Sawit Berhasil, Sumbar Gelar Panen Perdana

Sebarkan artikel ini
panen-perdana,-program-replanting-sawit-di-sumbar-berhasil
Panen Perdana, Program Replanting Sawit di Sumbar Berhasil

Agam – Program peremajaan sawit rakyat (replanting) di Sumatera Barat mulai menunjukkan hasil positif. Panen perdana sawit hasil replanting telah dilakukan di lahan plasma Koperasi Perkebunan Sawit Tompek Tapian Kandis, Kamis (13/11/2025).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, hadir langsung dalam panen perdana tersebut. Ia memberikan apresiasi atas kerja keras petani, pengurus koperasi, dan semua pihak yang terlibat dalam program ini.

“Program replanting di Sumatera Barat sudah berjalan sejak 2018. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat,” ujar Mahyeldi.

Program ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Mahyeldi menjelaskan, program replanting telah memfasilitasi peremajaan sawit rakyat seluas 14.919 hektare. Dana yang digunakan berasal dari hibah BPDPKS di bawah Kementerian Keuangan.

“Dukungan pendanaan terus meningkat. Tahun 2018-2021 sebesar Rp25 juta per hektare, naik menjadi Rp30 juta pada 2022-2024, dan tahun 2025 menjadi Rp60 juta per hektare,” jelasnya.

Sejak 2018, dana BPDPKS yang telah dialokasikan untuk replanting sawit di Sumbar mencapai sekitar Rp463 miliar.

Koperasi Perkebunan Sawit (KPS) Tompek Tapian Kandis menerima bantuan dalam dua tahap. Tahun 2020 seluas 143,75 hektare dan tahun 2022 seluas 145,30 hektare. Total bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp7,95 miliar.

“Capaian di Agam ini bisa menjadi contoh bahwa manajemen yang baik dan pendampingan berkelanjutan mampu menjaga bahkan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” imbuh Mahyeldi.

Sementara itu, data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan Sumbar menunjukkan target replanting sawit rakyat tahun 2025 mencapai 5.400 hektare. Target ini tersebar di Dharmasraya, Sijunjung, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman, dan Pasaman Barat.

Bupati Agam, Benni Warlis, menilai panen perdana ini sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani.

“Inilah bukti bahwa kolaborasi menghasilkan perubahan. Program ini tidak hanya soal peningkatan produksi, tapi juga keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Manager PT AMP Plantation, Low Kim Seng, menyatakan dukungannya terhadap program replanting.

“Kami siap mendukung program replanting di area perusahaan maupun lahan plasma masyarakat,” pungkasnya.