Boyolali – Ibrahim Al Abrar, seorang siswa kelas VI SD Negeri Genengsari 3, Boyolali, berhasil mencatatkan namanya di kancah internasional setelah menerima Letter of Recognition (LOR) dari NASA.
Badan antariksa Amerika Serikat tersebut memberikan penghargaan bergengsi itu sebagai bentuk apresiasi atas kepiawaian Ibrahim dalam menemukan celah keamanan pada salah satu domain publik milik mereka.
Capaian luar biasa bocah berusia 11 tahun ini menjadi bukti nyata potensi besar talenta muda Indonesia dalam menaklukkan bidang keamanan siber yang kompleks.
Pihak keluarga menegaskan bahwa pengakuan dari lembaga sekaliber NASA ini menjadi pijakan awal Ibrahim untuk meniti karier sebagai profesional di dunia siber di masa depan.
Bakat Ibrahim mulai terasah di lingkungan tempat tinggalnya yang berada di kawasan Waduk Kedung Ombo, Boyolali.
Darah teknologi mengalir kuat berkat pengaruh sang ayah, Aminudin Salas, yang berprofesi sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Ketertarikan awal Ibrahim pada dunia digital sejatinya dipicu oleh kegemarannya bermain gim sejak kecil.
Sang ayah kemudian mengambil peran krusial dengan mengarahkan hobi tersebut agar Ibrahim tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi mampu merancang gim sendiri.
Sejak duduk di bangku kelas IV SD, Ibrahim mulai menekuni dunia coding secara autodidak melalui berbagai kanal edukasi digital.
Dalam proses belajarnya, ia secara cerdas memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai mitra untuk mengurai materi teknologi yang menantang.
Kisah sukses Ibrahim kini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk memanfaatkan akses internet sebagai sarana pengembangan diri yang positif dan produktif.






