Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Polda Sumbar akan menyelenggarakan jenazah 24 korban bencana yang belum berhasil diidentifikasi.
Jenazah-jenazah tersebut sebelumnya disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
Penyelenggaraan jenazah meliputi salat jenazah yang akan dilaksanakan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
Setelah itu, jenazah akan dimakamkan secara massal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menjelaskan salat jenazah akan dilaksanakan setelah salat zuhur, sekitar pukul 12.30 WIB di lantai dasar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
“Siang nanti kita akan melakukan penyelenggaraan jenazah bagi 24 orang korban bencana yang tidak teridentifikasi,” kata Arry.
“Kita akan salatkan di Masjid Raya dan setelah itu, jenazah akan kita makamkan secara massal di Bungus,” lanjutnya.
Arry mengajak masyarakat umum untuk hadir dan ikut serta dalam penyelenggaraan jenazah.
Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Al Amin, menambahkan bahwa persiapan penyelenggaraan salat jenazah telah rampung.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, direncanakan akan bertindak sebagai imam.
Sementara Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar, Ust. H. Rahimul Amin, Lc.MA, akan memimpin doa.
“Direncanakan, penyelenggaraan salat jenazah nanti akan dihadiri oleh seluruh Forkopimda Sumbar, para ASN dan jajaran kepolisian serta masyarakat umum,” ujar Al Amin.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah, menjelaskan bahwa 24 jenazah yang akan disalatkan belum diketahui identitas maupun keluarganya.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat gabungan antara Dinas Sosial Sumbar, Dinas Sosial Agam, Kabid DVI Polri, Wadan DVI Polda Sumbar, Karumkit Bhayangkara, BPBD Sumbar, dan Dinas Kesehatan Sumbar.
“Teknis pelaksanaan dan pembiayaannya akan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Provinsi Sumbar,” tegas Syaifullah.






