Jakarta – Pengembangan transportasi di Indonesia kini bergeser dari sekadar mengejar konektivitas dan kecepatan mobilitas menuju sistem yang lebih aman, berkelanjutan, dan terukur. Di tengah tuntutan efisiensi energi, perhatian lingkungan, serta dorongan digitalisasi, sektor ini dituntut berjalan dengan pengawasan yang semakin ketat.
Peran layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) pun kian menonjol dalam memastikan proyek transportasi memenuhi standar keselamatan dan keberlanjutan. Dalam transformasi transportasi modern, pengawasan berbasis standar dan sistem terintegrasi menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa ditawar.
Layanan yang dikembangkan mencakup engineering review, studi kelayakan proyek, inspeksi jalan dan rel, pengujian struktur, audit lingkungan, hingga pengembangan sistem digital monitoring. Pendekatan ini dinilai makin relevan karena memungkinkan pemantauan operasional berlangsung lebih cepat dan terukur.
Di sisi lain, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) juga mendapat sorotan. Implementasinya dinilai tidak cukup berhenti pada pemenuhan laporan administratif, melainkan harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar proyek pembangunan.
Manager Operation Sustainability PT Surveyor Indonesia, Ayunik Mahasabha, menegaskan bahwa data menjadi fondasi penting bagi penerapan ESG yang efektif.
“Pelaporan dan implementasi ESG perlu ditopang oleh data yang dapat menjadi dasar dalam mendukung pengembangan masyarakat di sekitar kawasan industri dan proyek pembangunan,” ujar Ayunik dalam diskusi bertema Transportation and Sustainability yang digelar PTSI pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dari sektor transportasi publik, pengembangan layanan assurance diarahkan untuk memperkuat rasa aman dan nyaman masyarakat. PT Surveyor Indonesia menilai layanan massal yang baik harus tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga memiliki citra positif di mata pengguna.
“PT Surveyor Indonesia terus mendorong terciptanya sistem dan layanan transportasi massal yang lebih aman, nyaman, andal, serta memiliki citra yang semakin baik di mata masyarakat,” kata Frisko Parlaungan, Manager Operation Transportation PTSI.
Sebagai bagian dari ekosistem IDSurvey, perusahaan itu juga terlibat dalam sejumlah kerja sama strategis nasional. Keterlibatan tersebut mencakup penyusunan kerangka ESG bagi BUMN, dukungan terhadap roadmap net zero emission, serta pengembangan regulasi keberlanjutan di sektor industri.
Penguatan layanan berbasis teknologi dan sistem monitoring digital dipandang menjadi langkah penting untuk mendorong pembangunan transportasi nasional yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan ke depan.






