Ranah

Visa Uji Coba Intelligent Commerce Asia Pasifik Tahun 2026

122
×

Visa Uji Coba Intelligent Commerce Asia Pasifik Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
visa-intelligent-commerce-bakal-diuji-coba-2026-di-asia-pasifik
Visa Intelligent Commerce Bakal Diuji Coba 2026 di Asia Pasifik

Singapura – Visa memperluas platform Visa Intelligent Commerce ke Asia Pasifik. Langkah ini diumumkan di Singapore FinTech Festival 2025.

Rencananya, uji coba akan dimulai di seluruh Asia Pasifik pada awal 2026.

Kepala Produk dan Solusi Visa untuk Asia Pasifik, T.R. Ramachandran, menyatakan bahwa kawasan ini akan memasuki era perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Visa Intelligent Commerce adalah platform yang bertujuan mengembangkan ekosistem belanja dan pembayaran berbasis AI.

Platform ini memungkinkan pelanggan untuk berbelanja hingga melakukan pembayaran atas nama konsumen.

Visa Intelligent Commerce menggabungkan fitur seperti tokenisasi, autentikasi, instruksi pembayaran digital, dan sinyal transaksi. Platform ini dirancang agar setiap aktivitas berjalan transparan dan aman.

“Dengan Visa Intelligent Commerce dan pilar utamanya, Trusted Agent Protocol, Visa menghubungkan konsumen, agen AI, dan pedagang melalui solusi yang aman dan terukur,” kata Ramachandran.

Trusted Agent Protocol menjadi pilar utama Visa Intelligent Commerce. Kerangka kerja ini dirancang untuk memberikan keamanan bagi pedagang di tengah pertumbuhan lalu lintas online dari agen AI.

Protokol ini memungkinkan pedagang mengenali dan memverifikasi agen AI yang memiliki niat transaksi yang sah, serta membedakan antara agen terpercaya dan bot jahat.

Protokol ini menggunakan tanda tangan kriptografi khusus agen untuk memastikan transaksi yang aman dan terverifikasi, serta menjaga hubungan antara pedagang dan konsumen tetap transparan.

“Yang terpenting, Trusted Agent Protocol dirancang sebagai solusi open-source dengan kode rendah, sehingga mudah diintegrasikan tanpa perlu merombak sistem yang sudah ada,” ujar Ramachandran.

Lalu lintas berbasis AI ke situs web retail melonjak lebih dari 4.700 persen dalam setahun terakhir.

Data Insight Adobe pada Agustus 2025 menemukan bahwa 85 persen pembeli menggunakan AI untuk berbelanja.

“Perdagangan agen sedang mentransformasi struktur transaksi pembayaran online, membutuhkan ekosistem terpadu untuk membuka potensi penuhnya,” kata Ramachandran.

Ramachandran menambahkan, agen AI dapat bertransaksi menggunakan 4,8 miliar kredensial Visa di jutaan pedagang di seluruh dunia dalam waktu dekat.

Visa juga terus memperluas kolaborasi dengan pemain besar di bidang AI, teknologi, dan pembayaran seperti Ant International, LG Uplus, Microsoft, Perplexity, Stripe, dan Tencent.