Ranah

Wali Kota Pariaman Dukung Lomba Bertutur Tingkat SD/MI

60
×

Wali Kota Pariaman Dukung Lomba Bertutur Tingkat SD/MI

Sebarkan artikel ini
71-siswa-sd/mi-se-pariaman-ikuti-lomba-bertutur,-perkuat-literasi-dan-cinta-budaya
71 Siswa SD/MI se-Pariaman Ikuti Lomba Bertutur, Perkuat Literasi dan Cinta Budaya

Pariaman – Sebanyak 71 siswa SD/MI se-Kota Pariaman mengikuti Lomba Bertutur yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pariaman, Selasa (5/5). Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setdako Pariaman, Nazifah.

Nazifah menegaskan lomba bertutur bukan sekadar ajang menampilkan kemampuan bercerita, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan minat baca serta memperkuat literasi anak sejak dini. Menurut dia, kegiatan semacam ini penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Melalui tutur kata, anak-anak belajar membangun rasa percaya diri untuk tampil di depan umum, mengasah kemampuan berkomunikasi secara ekspresif, serta memahami nilai-nilai moral dan karakter bangsa yang terkandung dalam cerita rakyat maupun sejarah lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba bertutur merupakan bagian dari upaya mendorong kegemaran membaca sekaligus meningkatkan literasi anak-anak sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi media untuk menanamkan nilai karakter, kecintaan terhadap budaya lokal, serta memperkaya wawasan melalui cerita daerah.

Nazifah juga memberi dukungan kepada para peserta agar tampil percaya diri di hadapan dewan juri dan penonton.

“Tampilkan kemampuan terbaik. Tidak perlu takut atau gugup, karena setiap cerita yang disampaikan adalah wujud kecintaan terhadap budaya bangsa. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun keberanian untuk tampil dan bertutur adalah prestasi yang sesungguhnya,” katanya.

Bunda Literasi Kota Pariaman, Ny. Yosnely Balad, turut mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pariaman atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai lomba bertutur menjadi bagian dari strategi pembangunan karakter anak.

Menurut Yosnely, lomba bertutur merupakan gerakan literasi kultural yang menghubungkan pendidikan, seni bertutur, dan penguatan karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, percaya diri, dan mencintai budaya.