Ranah

Wali Kota Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah

74
×

Wali Kota Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah

Sebarkan artikel ini
pemko-pariaman-terima-bantuan-tong-sampah-terpilah-untuk-pemanfaatan-sampah
Pemko Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah untuk Pemanfaatan Sampah

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menerima sembilan tong sampah terpilah dari PT Semen Padang sebagai langkah memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong daerah itu menjadi percontohan di Sumatera Barat.

Bantuan tersebut diserahkan tim PT Semen Padang dan diterima langsung Wali Kota Pariaman Yota Balad di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, serta sejumlah kepala dinas terkait.

Kunjungan tim PT Semen Padang juga menjadi tindak lanjut rencana kerja sama pengelolaan sampah antara kedua pihak. Tong sampah terpilah itu akan digunakan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.

Pemisahan sejak awal diharapkan mempermudah proses daur ulang, meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, menambah nilai jual sampah, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pemerintah daerah serius menangani persoalan sampah. Ia menyebut timbunan sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan mencapai 45 ton per hari.

“Pemko Pariaman terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang menjadi tantangan besar bagi daerah. Produksi sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan per hari itu mencapai 45 ton. Namun saat ini, untuk mengatasi volume, sampah ini sebelum masuk ke TPA sudah bisa didaur ulang terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah sampah,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, Pemko Pariaman saat ini memiliki tiga unit mesin pencacah sampah yang telah menghasilkan pupuk kompos bernilai ekonomis. Mesin itu, katanya, berfungsi memperkecil ukuran limbah agar proses pengomposan berlangsung lebih cepat dan efisien.

“Mesin pencacah sampah ini berfungsi memperkecil ukuran limbah menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses pengomposan. Alat ini meningkatkan efisiensi produksi kompos, mengurangi volume sampah di TPA, serta mengubah limbah daun, ranting, dan sisa makanan menjadi pupuk organik padat/cair yang bernilai ekonomis,” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, pupuk hasil olahan sampah tersebut telah dimanfaatkan dan terbukti membuat tanaman subur. Namun, distribusinya masih terbatas.

“Dengan kunjungan tim PT Semen Padang hari ini, Insya Allah minggu depan kita akan melaksanakan MoU dengan PT Semen Padang agar pupuk yang dihasilkan ini bisa dimanfaatkan,” sebutnya.

Mulyadi berharap Pariaman dapat menjadi daerah percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Sumbar dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, Staf Alternative Fuel & Raw Material (AFR) PT Semen Padang, Musytaqim Nasra, mengatakan kunjungan tersebut berfokus pada pengelolaan sampah di Pariaman.

“Informasi dari Pemko Pariaman bahwa Kota Pariaman memiliki alat pencacah sampah dan sudah ada produk yang dihasilkan. Target kita adalah bagaimana produk tersebut bisa termanfaatkan dan memberikan nilai lebih untuk Kota Pariaman,” ujarnya.

Musytaqim menjelaskan, dalam waktu dekat PT Semen Padang dan Pemko Pariaman akan menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama terkait produk sampah terolah. Kesepakatan itu akan memuat pembagian peran serta pola kerja sama pengolahan sampah.

“MoU nantinya akan dijelaskan apa yang disediakan oleh Pemko Pariaman dan Semen Padang dan pola kerja samanya juga seperti apa dalam pengolahan sampah. MoU ini akan menjadi yang pertama di Sumbar jika cepat terlaksana,” katanya.

Ia menambahkan, di Sumbar, Semen Padang menjadi pihak pertama yang menerima sampah dalam bentuk cacahan atau sudah diolah dan bisa langsung dimanfaatkan.

“Kita berharap dengan MoU nanti, bisa mengurangi atau membantu pengolahan sampah di Kota Pariaman dan bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya,” ujarnya.