Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melakukan perombakan jajaran pejabat tinggi pratama. Gubernur Mahyeldi melantik sejumlah nama baru untuk mengisi posisi strategis.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penunjukan Zefnihan sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar.
Zefnihan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung.
Pelantikan berlangsung di Auditorium Gubernuran, Jumat (2/1/2026).
Mahyeldi menegaskan, pengisian jabatan ini bertujuan memperkuat kinerja birokrasi Pemprov Sumbar.
“Seluruh proses seleksi telah dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Mahyeldi.
Gubernur juga mengingatkan seluruh ASN untuk bekerja lebih adaptif dan inovatif. Ia menekankan bahwa pelantikan ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Zefnihan bukan sosok asing di pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat Penjabat Wali Kota Sawahlunto (September 2023-April 2024) dan Pelaksana Harian Bupati Sijunjung (Februari 2021).
Selain Zefnihan, Mahyeldi juga melantik lima pejabat lainnya.
Reti Wafda menduduki posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan. Syefdinon dilantik sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
Kemudian, Al Amin menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah. Syaiful Bahri menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, dan Edi Dharma Safni sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sumbar.
Dengan perubahan ini, Pemprov Sumbar menargetkan peningkatan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Posisi Kepala Bappeda Sumbar sendiri sempat kosong setelah Medi Iswandi dimutasi menjadi Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar pada Selasa (2/9/2025).






