Ekonomi

Gubernur Pacu JATB: Stabilkan Harga, Pangkas Rantai Distribusi

226
×

Gubernur Pacu JATB: Stabilkan Harga, Pangkas Rantai Distribusi

Sebarkan artikel ini
Beras Miskin (Raskin) yang Akan Didistribusikan di Sumbar Foto: antarasumbar.com

Solo – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menekan harga kebutuhan pokok dengan memperluas jaringan Kios Jawa Tengah Argo Berdikari (JATB) ke seluruh pasar di 35 kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menargetkan seluruh pasar di wilayahnya memiliki kios JATB.

“Saya sudah perintahkan agar di seluruh pasar di 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah harus ada kios JATB,” kata Luthfi saat meninjau Kios JATB di Pasar Legi Solo, Rabu (8/10/2025).

JATB sendiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berperan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Luthfi menjelaskan, kehadiran kios JATB bertujuan memangkas rantai distribusi antara petani dan konsumen.

Pemangkasan rantai distribusi ini diharapkan dapat mencegah praktik permainan harga, terutama pada komoditas kebutuhan pokok.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan kios JATB.

“Gunanya kios ini untuk memangkas birokrasi terkait bahan pokok penting, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Luthfi mencontohkan, intervensi JATB berhasil menurunkan harga cabai merah dari Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 26 ribu per kg.

Direktur Utama JTAB, Totok Agus Siswanto, memastikan keberadaan kios JATB tidak akan mengganggu pedagang lain di pasar tradisional.

Saat ini, terdapat 35 outlet kios JTAB di Jawa Tengah, tersebar di Kendal, Ungaran, Salatiga, Boyolali, dan Solo.

Totok menambahkan, JTAB berperan memutus rantai panjang perdagangan dengan membeli langsung hasil panen dari petani dan menjualnya di pasar dengan harga yang lebih terjangkau.

“Harapannya nanti harga di Jawa Tengah lebih merata, tidak ada daerah yang harganya naik sementara daerah lain turun,” pungkasnya.