Jakarta – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart, berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham.
Sebanyak 650 juta lembar saham akan dibeli kembali oleh emiten berkode AMRT ini.
Perusahaan telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk aksi korporasi ini.
Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian, menjelaskan bahwa dana untuk buyback berasal dari kas internal perusahaan.
“Perkiraan biaya tersebut termasuk biaya pembelian kembali saham, komisi pedagang perantara serta biaya lain berkaitan dengan pembelian kembali saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/12/2025).
Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Hal ini sesuai dengan POJK Nomor 13 Tahun 2023.
Perusahaan juga memastikan jumlah saham free float setelah buyback tidak kurang dari 7,5 persen.
Tomin optimistis buyback ini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja operasional maupun pendapatan perseroan.
“Karena Perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan membiayai kegiatan usaha,” jelasnya.
Proses buyback akan dilakukan secara bertahap atau penuh melalui BEI. AMRT akan menunjuk perusahaan efek untuk melaksanakan aksi korporasi ini.
Periode buyback akan berlangsung mulai 8 Desember 2025 hingga 6 Maret 2026.
Sebelumnya, pada 14 Mei 2025, AMRT juga telah mengakuisisi 70 persen saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson) dari PT Midi Utama Indonesia Tbk, setara dengan 1,48 miliar saham.






