Ranah

Nelayan Padang Merugi, Cuaca Buruk Hambat Aktivitas Melaut

682
×

Nelayan Padang Merugi, Cuaca Buruk Hambat Aktivitas Melaut

Sebarkan artikel ini
tak-melaut-akibat-cuaca-ekstrem,-nelayan-patenggangan-padang-terancam-kehilangan-penghasilan
Tak Melaut Akibat Cuaca Ekstrem, Nelayan Patenggangan Padang Terancam Kehilangan Penghasilan

Padang – Nelayan di Patenggangan, Air Tawar Barat, Kota Padang, terpaksa menganggur selama dua pekan terakhir akibat cuaca ekstrem. Bencana hidrometeorologi ini mengancam mata pencaharian utama mereka.

Sejak pertengahan November 2025, Sumatera Barat dilanda cuaca ekstrem. Puncaknya terjadi pada 27 dan 28 November yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kota Padang.

Mayoritas warga Patenggangan menggantungkan hidup dari hasil melaut. Namun, hingga Rabu (3/12/2025), aktivitas melaut lumpuh total.

Pantauan di lokasi, para nelayan hanya bisa duduk di sepanjang pantai. Mereka menyaksikan tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus. Sebagian lainnya terlihat sibuk memperbaiki kapal yang rusak.

“Ya beginilah kondisi kami, tidak bisa melaut sejak cuaca ekstrem sekitar dua minggu ini,” ujar Edi (54), seorang nelayan yang sedang memperbaiki perahunya.

Kondisi ini menyebabkan para nelayan kehilangan pendapatan harian. Mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena tidak memiliki pekerjaan alternatif.

“Kalau sekarang kondisi kami ya begini. Ya ada saja dimakan, tapi untuk mengumpulkan uang dari melaut sudah tidak bisa. Apalagi setelah kayu-kayuan ini menumpuk di pantai,” imbuh Edi.

Senada dengan Edi, Izul (53) juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga karena tidak bisa melaut.

“Sekarang ya minjam uang dulu kalau tidak ada beras di rumah. Soalnya sejak cuaca ekstrem ini, kami tidak bisa melaut,” tuturnya.