EkonomiRanah

Emas Dunia Melonjak: Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu?

239
×

Emas Dunia Melonjak: Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu?

Sebarkan artikel ini
harga-emas-dunia-diprediksi-naik-imbas-serangan-ke-iran
Harga Emas Dunia Diprediksi Naik Imbas Serangan ke Iran

Jakarta – Harga emas global diperkirakan akan meroket hingga menyentuh US$ 5.440 per troy ounce pada awal Maret 2026. Proyeksi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Lonjakan harga emas dipicu oleh eskalasi konflik setelah serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Traze Andalan Futures, menyampaikan proyeksi tersebut.

“Perang di Timur Tengah kemungkinan akan terus berlanjut dalam jangka pendek dan menengah, memberikan dampak positif pada harga emas dunia,” kata Ibrahim, Minggu (1/3/2026).

Ibrahim memprediksi harga emas dunia berpotensi menembus US$ 5.500 pada pekan depan. Kenaikan ini juga akan berdampak pada harga logam mulia di dalam negeri.

Harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan melonjak hingga Rp 3,3 juta – Rp 3,4 juta per gram.

Namun, Ibrahim juga memperkirakan rupiah akan melemah akibat dampak konflik tersebut.

Sebagai informasi, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026) berada di level US$ 5.278 per troy ounce.

Menanggapi serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2/2026), Kementerian Luar Negeri RI menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Kemenlu juga menekankan pentingnya dialog dan diplomasi.

Indonesia menawarkan diri menjadi fasilitator dialog antara pihak-pihak yang berkonflik.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri.