Ranah

Galon Tua Isi Ulang Ditemukan, KKI Minta Tindakan Tegas

161
×

Galon Tua Isi Ulang Ditemukan, KKI Minta Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini
bukan-cuma-manusia,-galon-juga-bisa-lanjut-usia
Bukan Cuma Manusia, Galon Juga Bisa Lanjut Usia

Jakarta – Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap peredaran galon air minum isi ulang yang sudah “lanjut usia”. Pasalnya, banyak galon bekas pakai bertahun-tahun masih beredar di pasaran.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat galon adalah wadah air minum yang dikonsumsi sehari-hari.

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) melakukan investigasi di Jabodetabek dan menemukan fakta mencengangkan. Penelitian dilakukan di 60 toko kelontong di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Hasilnya, KKI menemukan galon guna ulang yang usianya telah melampaui batas pemakaian wajar. Bahkan, galon dengan kode produksi tahun 2012 masih ditemukan beredar di Bogor. Sementara produksi 2016 masih dijual di Tangerang.

Secara keseluruhan, sekitar 57 persen galon yang diperiksa berusia lebih dari dua tahun. Padahal, pakar menyarankan galon polikarbonat digunakan dalam batas waktu tertentu untuk menjaga kelayakan kemasan.

“Ketika kami menemukan galon berumur 13 tahun, itu bukan lagi red flag, itu sirene bahaya,” ujar Ketua KKI, David Tobing, dalam keterangan resmi, Senin (15/12/2025).

Selain usia, kondisi fisik galon juga memprihatinkan. Sekitar 80 persen galon tampak buram dan kusam. Sementara 55 persen lainnya ditemukan dalam kondisi lusuh dan berdebu.

“Galon dengan kondisi seperti itu masih dijual bebas dan ini menjadi catatan serius bagi perlindungan konsumen,” kata David. Ia menekankan kelayakan kemasan seharusnya menjadi perhatian utama dalam distribusi air minum.

KKI telah menyampaikan laporan hasil investigasi kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) disertai rekomendasi penarikan galon berusia di atas dua tahun.