Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyoroti penurunan kualitas jurnalistik yang terjadi di era digital. Kepercayaan publik terhadap media pun ikut tergerus.
Pesatnya perkembangan teknologi menjadi tantangan utama bagi industri media nasional.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menyatakan pemerintah memahami tekanan yang dialami industri media akibat perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi itu jauh lebih cepat dibanding bagaimana kita mengantisipasi,” ujar Farida di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Farida menjelaskan, dua isu utama yang menjadi perhatian adalah kualitas jurnalistik yang tergerus dan literasi media masyarakat yang perlu ditingkatkan.
Tekanan teknologi dan perubahan perilaku audiens dinilai menggerus kualitas jurnalistik.
“Kemajuan teknologi mau tidak mau menggerus kualitas jurnalistik,” ungkap Farida.
Selain itu, penguatan literasi media menjadi kunci agar publik kembali mempercayai media massa sebagai sumber informasi kredibel.
Farida menegaskan, perbaikan kualitas jurnalistik dan literasi media adalah tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Ini PR bersama. Bukan hanya negara, tetapi bagaimana seluruh pemangku kepentingan bisa bersama-sama menopang dan memperkuat dua hal tersebut,” jelasnya.
Kemkomdigi juga berupaya menjaga keseimbangan antara membantu industri media dan melindungi kebebasan pers.
“Kehadiran negara harus bisa mengimbangi antara membantu industri media dan menjaga kebebasan pers. Keseimbangan inilah yang masih terus kami cari dan rumuskan,” pungkasnya.






