Ranah

Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah dan Bebani Subsidi Energi

110
×

Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah dan Bebani Subsidi Energi

Sebarkan artikel ini
rupiah-ditutup-anjlok-ke-level-rp-17.105-per-dolar-as
Rupiah Ditutup Anjlok ke Level Rp 17.105 per dolar AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup melemah di angka Rp 17.105 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. Tren pelemahan mata uang Garuda ini diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan esok hari dengan rentang pergerakan di kisaran Rp 17.100 hingga Rp 17.150 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan indeks dolar AS dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Pasar merespons ketegangan yang dipicu oleh tenggat waktu dari Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.

Ketegangan di kawasan tersebut semakin memuncak setelah Iran menolak proposal gencatan senjata selama 45 hari. Iran menuntut penghentian permusuhan secara permanen, jaminan mengikat terhadap serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.

Di sisi domestik, Ibrahim menyoroti kerentanan fiskal Indonesia akibat ketergantungan tinggi pada impor bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global dinilai menjadi beban berat bagi anggaran negara.

Menurutnya, kenaikan harga minyak yang melampaui asumsi APBN akan memperbesar beban subsidi energi. Kondisi ini diperparah dengan desain subsidi berbasis komoditas yang dinilai belum tepat sasaran karena masih dinikmati oleh