Ranah

Payakumbuh Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Percepat Pelayanan Publik

114
×

Payakumbuh Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah Percepat Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini
pemko-payakumbuh-tekankan-sinergi-pusat-daerah-pada-peringatan-hari-otonomi-daerah-2026
Pemko Payakumbuh Tekankan Sinergi Pusat-Daerah pada Peringatan Hari Otonomi Daerah 2026

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penegasan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di halaman Balai Kota Payakumbuh, Senin (27/4/2026).

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutan itu, peringatan Hari Otonomi Daerah disebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Rida menyampaikan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun ini, peringatan Hari Otonomi Daerah mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang dinilai mencerminkan kemandirian sekaligus tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal secara optimal.

Ia menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan Asta Cita sangat bergantung pada kuatnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurut dia, tanpa sinkronisasi yang baik, program pembangunan berisiko tidak berjalan maksimal.

“Salah satu tantangan utama kita yang masih dihadapi adalah belum optimalnya integrasi antara perencanaan dan penganggaran nasional dengan daerah,” ujarnya.

Rida menilai kondisi itu kerap memunculkan tumpang tindih program, duplikasi anggaran, hingga menurunkan efektivitas pembangunan. Karena itu, reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil atau outcomes disebut menjadi kebutuhan mendesak.

Ia juga menilai birokrasi harus bergerak lebih lincah dengan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan responsif melalui pemanfaatan teknologi terintegrasi serta inovasi daerah. Di sisi lain, penguatan kemandirian fiskal daerah dinilai penting agar pemerintah daerah lebih leluasa menetapkan prioritas pembangunan.

“Ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih menjadi tantangan yang harus diatasi,” katanya.

Dalam penerapan otonomi daerah, Rida turut mendorong kolaborasi antardaerah untuk menangani persoalan lintas wilayah secara bersama-sama dan berkelanjutan, mulai dari transportasi, lingkungan, hingga pengelolaan sampah. Pada saat yang sama, pemerintah daerah diminta tetap fokus pada pemenuhan layanan dasar masyarakat.

“Kita tetap fokus pada pemenuhan layanan dasar masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perlindungan sosial,” terangnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan ketahanan daerah di tengah tantangan global seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, dan dampak perubahan iklim yang semakin kompleks. Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, lanjutnya, harus terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital.

“Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta Cita dan kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Usai upacara, Pemko Payakumbuh menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba kelurahan berprestasi tingkat Kota Payakumbuh. Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang meraih juara pertama, disusul Kelurahan Bulakan Balai Kandi sebagai juara kedua dan Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo di posisi ketiga.