Ranah

Pemerintah Perketat Pengawasan Investasi Teknologi Asing demi Kedaulatan Data

130
×

Pemerintah Perketat Pengawasan Investasi Teknologi Asing demi Kedaulatan Data

Sebarkan artikel ini
china-makin-ekspansif-di-ranah-digital-indonesia
China Makin Ekspansif di Ranah Digital Indonesia

Jakarta – Masifnya arus investasi teknologi digital dari China ke Indonesia menuntut penguatan regulasi yang lebih ketat demi menjaga kedaulatan data dan keamanan siber nasional. Ketergantungan pada infrastruktur asing yang kian meluas menjadi sorotan utama dalam seminar “Diplomasi Digital China di Asia Tenggara: Peluang dan Tantangan bagi Indonesia” di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ketua Forum Sinologi Indonesia (FSI), Johanes Herlijanto, mendesak pemerintah untuk tidak berkompromi dalam menegakkan aturan bagi vendor teknologi asing. Ia menekankan pentingnya kepatuhan mutlak terhadap yurisdiksi hukum domestik, termasuk implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Pemerintah diharapkan menggunakan otoritasnya untuk memaksa vendor asing tunduk pada hukum Indonesia, termasuk kewajiban lokalisasi data untuk sektor strategis serta audit keamanan yang transparan,” tegas Johanes.

Selain penegakan hukum, kemandirian teknologi menjadi agenda krusial yang tidak boleh dikesampingkan di tengah akselerasi digitalisasi. Diversifikasi rantai pasok serta pelibatan mitra teknologi yang lebih variatif dinilai sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan antara kebutuhan investasi asing dan penguatan kapasitas domestik.

Di sisi lain, peneliti dari Australian Strategic Policy Institute, Gatra Priyandita, menyoroti agresivitas China melalui inisiatif Jalur Sutra Digital. Inisiatif ini telah menempatkan perusahaan-perusahaan Negeri Tirai Bambu sebagai aktor dominan dalam pembangunan infrastruktur 5G, pusat data, kabel bawah laut, hingga pengembangan kota pintar di Asia Tenggara.

Meski ekspansi tersebut mampu memacu percepatan digitalisasi, Gatra memperingatkan adanya risiko laten yang mengintai. “Jalur Sutra Digital juga memunculkan kekhawatiran terkait ketergantungan teknologi, keamanan siber, dan pengaruh strategis China di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Nusa Putra, Profesor Teddy Mantoro, menilai Indonesia merupakan magnet utama bagi investasi teknologi global berkat populasi digital yang besar dan kebutuhan infrastruktur yang masif. Tantangan besar bagi Indonesia saat ini adalah bagaimana memanfaatkan peluang ekonomi tersebut tanpa harus mengorbankan keamanan nasional maupun kedaulatan data di masa depan.