Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam secara resmi mengobarkan perang terbuka terhadap peredaran narkotika melalui penandatanganan pakta integritas bersama seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum.
Deklarasi ini berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Agam, Minggu (19/7), tepat setelah perayaan hari jadi ke-33 Lubuk Basung sebagai ibu kota kabupaten.
Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Toton Rasyid, menilai inisiatif ini sangat krusial mengingat eskalasi penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan.
Ia membeberkan data mencengangkan bahwa sebanyak 65 ribu jiwa di Sumatera Barat telah terpapar barang haram tersebut.
“Dengan kemampuan rehabilitasi yang ada saat ini, dibutuhkan waktu sekitar 130 tahun untuk menangani seluruh penyalahguna jika tidak ada gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Toton.
Toton menyoroti posisi geografis Kabupaten Agam yang rentan disalahgunakan sebagai jalur distribusi strategis bagi para pengedar.
Para pelaku kejahatan kini disinyalir semakin lihai memanfaatkan platform media sosial dan transaksi daring untuk menjerat generasi muda.
Guna merespons ancaman tersebut, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Agam segera merealisasikan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).
Pihaknya juga mengharapkan dukungan konkret dalam bentuk hibah lahan untuk fasilitas rehabilitasi serta penyediaan bangsal khusus bagi pasien narkoba di rumah sakit daerah.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa komitmen bersama ini bukan sekadar seremoni formalitas semata.
Benni menginstruksikan penguatan peran tokoh adat, niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai sebagai garda terdepan pelindung moral generasi muda.
“Pencegahan harus dimulai dari rumah, surau, sekolah, dan nagari,” ujar Benni.
Pemkab Agam kini tengah mengonsolidasikan sinergi lintas sektoral untuk memastikan pemberantasan narkoba menjangkau hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Langkah ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam membangun ketangguhan wilayah demi melindungi masa depan generasi penerus bangsa.






