Padang – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang pada Kamis malam (21/5/2026) memicu serangkaian bencana pohon tumbang di berbagai titik. Meski insiden tersebut merusak sejumlah rumah warga dan menimpa satu unit kendaraan, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, KSB, Satpol PP, Satlinmas, TNI-Polri, serta unsur perangkat daerah hingga tingkat RT/RW dan Dubalang, langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka bahu-membahu bersama warga mengevakuasi batang pohon dan membersihkan material yang menutup akses jalan agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Pemerintah Kota Padang kini menetapkan status siaga penuh bagi seluruh perangkat daerah. Langkah ini diambil menyusul prediksi cuaca buruk yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan yang banyak ditumbuhi pohon besar.
Berdasarkan data lapangan, pohon tumbang yang menghambat akses jalan tercatat di sepuluh lokasi, yakni:
- Depan Cafe Lauk Pukek Buk Irat, Pasir Jambak.
- Angkasa Puri Dadok Tunggul Hitam (depan Bakso Solo 999).
- Masjid Marhamah Kalumbuk Simpang Terpadu.
- Kawasan Ikur Koto.
- Jalur Bypass Sungai Sapih.
- Jalan Alai Parak Kopi No. 7 (depan Balai Diklat Keagamaan).
- Jl. Linggar Jati, Bungo Pasang, Parupuk Tabing.
- Area pinggir sungai dekat PDAM Nanggalo.
- Depan SDN 29 Dadok Tunggul Hitam.
- Kawasan Balimbiang.
Selain mengganggu arus lalu lintas, material pohon juga merusak bangunan rumah warga di lima titik berbeda, yaitu:
- Surau Gadang, Nanggalo.
- Kawasan Limau Manis.
- RT 03 RW 06 Banda Buek (Jl. SMP 21).
- Kawasan Banda Luruih.
- Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi bahaya serupa di lingkungan sekitar.






