Jakarta – Pengguna internet di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan jumlah penduduk yang terhubung ke dunia maya kini mencapai 235,26 juta jiwa, atau mencakup 81,7 persen dari total populasi nasional yang berjumlah 287,30 juta jiwa.
Angka tersebut melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di level 80,66 persen. Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menilai tren positif ini membuktikan bahwa internet telah bertransformasi menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Saat ini Indonesia memiliki sekitar 287 juta penduduk. Untuk tahun ini, penetrasi internet Indonesia meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Arif di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Kendati demikian, survei tersebut menyoroti masih adanya disparitas akses antarwilayah. Pulau Jawa tetap menjadi pusat dominasi dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95 persen, yang berkontribusi sebesar 58,24 persen terhadap total pengguna internet nasional. Kalimantan menyusul di posisi berikutnya dengan penetrasi 80,40 persen, disusul Sumatera sebesar 78,24 persen.
Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan angka 78,14 persen, Sulawesi 72,58 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 69,74 persen.
Dari sisi demografi, kesenjangan akses antara laki-laki dan perempuan terpantau semakin tipis. Penetrasi internet pada kelompok laki-laki mencapai 83,95 persen, sedangkan perempuan berada di angka 79,79 persen.
Selain faktor geografis dan gender, akses digital di kawasan perkotaan masih lebih unggul dengan penetrasi 84,75 persen, dibandingkan wilayah perdesaan yang mencatatkan angka 78,18 persen. Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pola perilaku pengguna, tren akses digital, hingga perkembangan layanan fixed broadband di Tanah Air.






