Ekonomi

Raih PROPER Emas 2025, PT Mitra Stania Prima Buktikan Standar Global Pertambangan Hijau

81
×

Raih PROPER Emas 2025, PT Mitra Stania Prima Buktikan Standar Global Pertambangan Hijau

Sebarkan artikel ini

Perusahaan ini sukses meraih penghargaan bergengsi PROPER Emas 2025 serta Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan pertambangan timah di bawah naungan ARSARI Tambang, mencatatkan prestasi penting dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dan Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan pertambangan timah di bawah naungan ARSARI Tambang, mencatatkan prestasi penting dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Emas 2025 dan Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Foto : Istimewa

Jakarta – PT Mitra Stania Prima (MSP), unit bisnis di bawah naungan ARSARI Tambang, mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri pertambangan nasional.

Perusahaan ini sukses meraih penghargaan bergengsi PROPER Emas 2025 serta Green Leadership PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan MSP dalam melampaui standar kepatuhan (beyond compliance) melalui inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Komisaris MSP, Harwendro Adityo Dewanto, dan Direktur Utama ARSARI Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER di Sasono Langen Budoyo, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Direktur Utama ARSARI Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari penerapan standar operasional kelas dunia.

Mengingat seluruh produk timah MSP diekspor ke perusahaan global seperti Microsoft, Apple, dan Nvidia, perusahaan wajib mematuhi standar lingkungan yang sangat ketat.

“Kami benar-benar menerapkan standar dunia. Alhamdulillah, hari ini kami memenuhi syarat PROPER Emas, yang membuktikan bahwa standar penjagaan lingkungan hidup kami di Indonesia sudah setara dengan kebutuhan global,” ujar Aryo.

Ia menambahkan, komitmen perusahaan menuju net zero kini mulai dirasakan masyarakat sekitar melalui kualitas udara yang lebih bersih dan pengelolaan air yang bertanggung jawab.

Sebagai langkah strategis ke depan, MSP menargetkan transisi energi yang lebih ambisius. “Insyaallah tahun depan, kami menargetkan penggunaan 100% energi terbarukan di smelter,” ungkapnya.

Inovasi dan Transformasi Hijau

Keberhasilan MSP meraih PROPER Emas didorong oleh serangkaian ekoinovasi, termasuk transisi dari bahan bakar fosil ke listrik berbasis Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN.

Perusahaan juga telah mengonversi teknologi tanur pantul menjadi tanur listrik green electricity furnace dan mengoptimalkan penggunaan Overhead crane untuk menekan emisi karbon.

Selain itu, MSP aktif dalam skema perdagangan karbon dengan pembelian 1.000 kg CO₂ eq yang terdaftar di Sistem Registri Nasional (SRN PPI).

Di sisi sosial, MSP menjalankan program ekonomi sirkular berbasis limbah kelapa.

Melalui teknologi retort, limbah diolah menjadi biochar dan asap cair, yang terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hingga Rp1,9 juta per bulan, sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan.

Beroperasi di Bangka sejak 2013, MSP mengintegrasikan rantai bisnis dari hulu ke hilir. Produk ingot timah mereka yang terdaftar di London Metal Exchange (LME) menjadi bukti bahwa efisiensi operasional dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan.

Bagi MSP, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan komitmen moral untuk terus menjaga integritas dalam setiap aktivitas pertambangan yang berkelanjutan.