Ranah

Rina Sa’adah Desak Pemerintah Mitigasi Dampak Lonjakan Dolar terhadap Pangan

176
×

Rina Sa’adah Desak Pemerintah Mitigasi Dampak Lonjakan Dolar terhadap Pangan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, mendesak pemerintah segera merumuskan langkah mitigasi strategis guna membentengi stabilitas harga pangan nasional dari guncangan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Depresiasi mata uang yang terus berlanjut dinilai berpotensi memicu efek domino yang mengancam keberlangsungan sektor pertanian dan perikanan domestik.

Rina menyoroti ketergantungan tinggi sektor pangan terhadap impor bahan baku, mulai dari kedelai, gandum, garam industri, hingga komponen pakan ternak. Lonjakan kurs dolar secara otomatis akan mengerek biaya produksi yang pada akhirnya membebani petani, peternak, serta nelayan.

“Yang menjadi perhatian kami bukan sekadar pergerakan kurs, melainkan dampaknya terhadap biaya produksi dan ketahanan pangan nasional. Jika biaya impor meningkat, maka tekanan terhadap harga pangan dan biaya produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha perikanan juga akan semakin besar,” tegas Rina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/6/2026).

Dalam merespons dinamika pasar, Rina meminta pemerintah tidak hanya terpaku pada angka nominal kurs. Ia menyarankan perlunya analisis komparatif dengan mata uang negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya angka kurs rupiah terhadap dolar AS, tetapi juga bagaimana posisi Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga. Jika pelemahan mata uang terjadi hampir merata di kawasan, maka tekanan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal,” paparnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap waspada terhadap faktor domestik. Evaluasi menyeluruh terhadap arus modal keluar dan sentimen pasar menjadi krusial jika pelemahan rupiah di Indonesia terbukti lebih dalam dibandingkan negara mitra.

Sebagai solusi jangka panjang, Komisi IV DPR RI mendorong percepatan agenda swasembada pangan untuk memutus ketergantungan pada pasar global. Langkah konkret yang diusulkan meliputi penguatan industri pakan lokal, pengembangan benih unggul nasional, serta optimalisasi penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran.

Menurut Rina, ketergantungan impor yang tinggi membuat kedaulatan ekonomi bangsa rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, sinergi solid antara pemerintah pusat dan daerah mutlak diperlukan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga.