Ranah

Ratusan Pelajar di Lubuk Basung Teladani Semangat Perjuangan Buya Hamka

30
×

Ratusan Pelajar di Lubuk Basung Teladani Semangat Perjuangan Buya Hamka

Sebarkan artikel ini
ratusan-pelajar-ikuti-napak-tilas-buya-hamka,-belajar-langsung-nilai-perjuangan-sang-ulama-besar
Ratusan Pelajar Ikuti Napak Tilas Buya Hamka, Belajar Langsung Nilai Perjuangan Sang Ulama Besar

Lubuk Basung – GOR Padang Baru menjadi saksi berkumpulnya ratusan pelajar SMP se-Sumatera Barat dalam ajang Napak Tilas Buya Hamka.

Pemerintah Kabupaten Agam menggagas perhelatan ini untuk menanamkan nilai-nilai sejarah sekaligus karakter bangsa kepada generasi muda.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi, secara resmi melepas para peserta dalam seremoni pembukaan pada Senin (20/7).

Lutfi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk memupuk jiwa patriotisme dan cinta tanah air bagi para siswa.

Ia menempatkan Buya Hamka sebagai sosok inspiratif yang harus diteladani dalam kapasitasnya sebagai ulama, sastrawan, sekaligus negarawan.

“Buya Hamka mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan tidak boleh berhenti di tengah jalan,” tegas Lutfi di hadapan para peserta.

Pesan ketangguhan perahu yang tetap melaju meski diterjang ombak besar menjadi metafora bagi siswa untuk membangun mentalitas baja.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, menyebutkan sebanyak 21 tim dari Agam, Padang Panjang, dan Payakumbuh berkompetisi dalam ajang ini.

Andri memberikan penghormatan khusus kepada kontingen SMPN 3 Ampek Nagari yang menunjukkan dedikasi tinggi dengan tetap hadir di tengah musibah banjir yang melanda daerah asalnya.

“Kehadiran mereka merupakan perjuangan tersendiri,” ungkap Andri memberikan apresiasi atas kegigihan para pelajar tersebut.

Panitia pelaksana terpaksa mengalihkan lokasi kegiatan dari Museum Kelahiran Buya Hamka di Nagari Sungai Batang menuju Lubuk Basung guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.

Selama dua hari, para peserta akan diuji kemampuannya melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari tes sejarah, permainan tradisional, hingga kompetisi kuliner khas daerah.

Setiap tim wajib menuntaskan tantangan di lima pos penilaian yang dirancang untuk mengukur kekompakan, etika, dan kolaborasi.

Pemerintah Kabupaten Agam berharap ajang ini mampu mentransformasi pemahaman sejarah dari sekadar wawasan menjadi penghayatan semangat kebangsaan yang nyata.