KampusKu

Unand Kukuhkan Lima Guru Besar Teknik Baru

727
×

Unand Kukuhkan Lima Guru Besar Teknik Baru

Sebarkan artikel ini

Pengukuhan ini menjadi penanda penting dalam perjalanan akademik Unand, sekaligus menegaskan komitmennya dalam melahirkan pemimpin ilmiah dan agen perubahan.

universitas-andalas-kukuhkan-lima-guru-besar-baru-dari-fakultas-teknik
Universitas Andalas Kukuhkan Lima Guru Besar Baru dari Fakultas Teknik

Padang – Universitas Andalas (Unand) menambah kekuatan intelektualnya dengan mengukuhkan lima guru besar tetap dari Fakultas Teknik. Prosesi pengukuhan berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis pada Kamis (26/6/2025).

Pengukuhan ini menjadi penanda penting dalam perjalanan akademik Unand, sekaligus menegaskan komitmennya dalam melahirkan pemimpin ilmiah dan agen perubahan.

Kelima profesor tersebut berasal dari tiga departemen berbeda di Fakultas Teknik, yaitu Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Teknik Sipil.

Nama-nama profesor yang dikukuhkan antara lain Jon Affi sebagai Guru Besar dalam bidang Rekayasa Permukaan Material, Dedison Gasni sebagai Guru Besar dalam bidang Tribologi, Henmaidi sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Industri, Taufika Ophiyandri sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Konstruksi Pasca Bencana, dan Is Prima Nanda sebagai Guru Besar dalam bidang Teknik Pengecoran Logam.

Ketua Dewan Profesor Universitas Andalas, Marlina, bersama Rektor Unand, Efa Yonnedi, secara simbolis menyematkan kalung kehormatan kepada para guru besar yang baru dikukuhkan.

Rektor Efa Yonnedi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah simbol kematangan akademik dan awal dari tanggung jawab kepemimpinan ilmiah.

“Guru besar tidak hanya dituntut produktif dalam publikasi dan riset, tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah dinamika bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Efa Yonnedi menjelaskan bahwa Unand sepenuhnya mendukung program “Kampus Berdampak” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Program ini menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan dan menghasilkan publikasi, tetapi hadir secara nyata menyelesaikan persoalan masyarakat dengan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi,” kata Efa.

Rektor menambahkan melalui pendekatan quadruple helix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat, Universitas Andalas terus berupaya membangun ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan. K

inerja riset yang semakin meningkat menjadi bukti nyata dari komitmen tersebut.

Marlina menuturkan bahwa hingga saat ini, Unand memiliki 210 guru besar, dengan 32 di antaranya berasal dari Fakultas Teknik.

Ia berharap pengukuhan ini dapat memotivasi lebih banyak dosen untuk meraih jabatan akademik tertinggi sebagai wujud kontribusi terhadap pengembangan keilmuan dan pembangunan nasional.